Minggu, 05 Oktober 2008

Satu Kawanan Satu Gembala (4): Manusia Dan Citra Tuhan

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
(Kej. 1:26-27)


----------------

Agama Dan Kesempurnaan

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang agama universal ini, aku ingin mengajak kalian merenungkan lagi mengapa Tuhan menciptakan agama universal. Agama diciptakan tentu agar dapat membawa manusia menuju kebenaran dan menjadikan manusia menjadi lebih baik. Kalau manusia sudah berada dalam keadaan baik, untuk apa lagi Tuhan menciptakan agama?

Jadi adanya agama mengandaikan bahwa manusia berada dalam keadaan tidak mengenal kebenaran dan dalam kondisi yang tidak baik. Keadaan ini tidak dikehendaki Tuhan sehingga Dia menciptakan agama universal untuk membawa manusia pada kebenaranNya dan menjadikan manusia lebih baik dari sebelumnya. Jika agama universal adalah jalan terbaik yang telah disediakan Tuhan sendiri, maka tentunya jalan tersebut dapat membawa manusia pada kondisi terbaik yang mungkin ada pada manusia. Dan kondisi terbaik yang mungkin pada manusia adalah menjadi manusia sempurna, tidak ada lagi kondisi yang lebih baik dari itu. Jadi agama universal adalah jalan terbaik yang dapat membawa manusia pada kesempurnaan.

Tapi masalahnya ada banyak ukuran sempurna. Jika engkau tanyakan pada 10 orang mungkin akan ada 10 ukuran sempurna yang berbeda-beda. Tidak heran jika ada banyak agama yang menawarkan manusia untuk sampai pada kesempurnaan tapi pada akhirnya jatuh pada ukuran sempurna yang relatif. Bahkan ada yang bilang tidak ada ciptaan yang sempurna, termasuk manusia. Bagiku ini sebuah penghinaan terhadap Tuhan karena sama saja dengan mengatakan Tuhan tidak mampu menciptakan mahluk yang sempurna! Dimanakah kesempurnaan dan kemahakuasaan Tuhan kalau begitu? Tentunya Tuhan mampu menciptakan manusia yang sempurna.

Sebenarnya hanya ada satu ukuran sempurna yang mutlak, yaitu sempurna seperti Tuhan sendiri. Adakah yang akan membantah perkataanku ini dan memberikan alternatif yang lebih baik? Tak ada yang lebih sempurna dari pada Tuhan maka dari itu bagi manusia tak ada yang lebih baik dari pada menjadi seperti Tuhan sendiri. Tuhan adalah ukuran sempurna yang mutlak.

Dengan demikian Tuhan menciptakan agama universal bagi manusia bukan sekedar membuat manusia menjadi lebih baik tapi lebih dari itu. Yaitu manusia bisa menjadi sempurna seperti Dia sendiri adalah sempurna. Ini harus engkau ingat baik-baik karena akan menjadi salah satu unsur pembeda penting yang memisahkan agama universal dengan agama-agama lainnya.

Engkau akan melihat bahwa panggilan untuk menjadi sempurna seperti Tuhan ini ada dalam Injil:

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
(Mat. 5:48)


Aku belum melihat tuntutan se-ekstrim ini di agama-agama lain. Mungkin tuntutan untuk menjadi sempurna ada di agama lain, tapi sempurna yang seperti apa? Tuntutan menjadi sempurna seperti Tuhan hanya ada di dalam Injil.

Kesempurnaan Sebagai Jati Diri Manusia


Dari apa yang telah aku pelajari dari agama Katolik aku mengetahui bahwa kondisi sempurna ini bukan suatu kondisi yang baru sama sekali. Kondisi inilah yang justru pada mulanya ada pada manusia. Dalam pemahaman iman Katolik, manusia adalah puncak karya penciptaan Tuhan. Setelah menciptakan manusia, Tuhan merasa puas dan merayakannya dengan beristirahat. Dan karya terbaik yang mampu dihasilkan oleh Tuhan adalah membuat ciptaan yang serupa dengan diriNya sendiri, yaitu manusia yang diciptakan sempurna sesuai dengan citraNya.

Demikianlah, Adam dan Hawa yang kisahnya tertulis dalam Kitab Suci adalah gambaran metaforis manusia awal sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna dan hidup dalam kondisi ideal. Namun sayang sekali karena ketidaktaatan dan penyalahgunaan kehendak bebas, manusia pertama ini telah kehilangan kondisinya yang sempurna sebagai citra Tuhan dan untuk selanjutnya hidup dalam penderitaan selama turun-temurun. Ketidaktaatan manusia pertama dan hilangnya hidup manusia sebagai citra Tuhan adalah dosa asal yang suatu saat harus dipulihkan kembali.

Saat Tuhan kehilangan ciptaan terunggulNya, manusia berusaha lari dan sembunyi tapi Tuhan justru mencarinya, "Dimanakah engkau?" Dengan demikian Tuhan yang merasakan kehilangan dan berinisiatif mencari manusia. Dia ingin memulihkan kondisi manusia kembali menjadi sempurna sebagai citraNya.

Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kesempurnaannya, manusia memang harus diusir dari Taman Eden. Manusia sudah tidak layak lagi hidup bersama Tuhan. Ini bukan berarti Tuhan membenci manusia karena bersamaan dengan itu Tuhan sendiri menyiapkan suatu rencana penyelamatan yang akan membuat manusia kembali menemukan martabatnya sebagai citra-Nya. Tuhan ingin manusia kembali lagi kepadaNya sebagai anak-anakNya yang sempurna, bukan sebagai hamba dosa.

Telah kukatakan tadi bahwa setelah manusia terpisah dari Tuhan, bukan manusia yang ingin kembali pada Tuhan tapi sebaliknya justru Tuhanlah yang mencari manusia. Sekalipun manusia sudah jatuh kedalam tipu daya Iblis, Tuhan tahu bahwa ciptaanNya tidak sepenuhnya gagal dan kejatuhan ini bisa dipulihkan dengan suatu rencana keselamatan. Dan soal rencana keselamatan itu, Tuhan tidak peduli harganya, berapapun biayanya Tuhan siap melaksanakannya karena manusia adalah ciptaan yang begitu berharga dimataNya. Jadi rencana keselamatan adalah inisiatif yang berasal dari Tuhan sendiri.

Karya Keselamatan - Karya Cinta Tuhan

Kalian mungkin masih ingat sewaktu kalian kecil dulu aku membelikan kalian beberapa ekor kelinci yang lucu. Kalian senang sekali dengan kelinci-kelinci itu dan setiap hari aku mengeluarkannya dari kandang supaya kalian bisa bermain-main dengan kelinci-kelinci itu. Suatu saat salah satu kelinci itu lepas dari kandang dan hilang entah kemana, kalian sedih dan aku beserta ibumu mencari-cari kelinci kecil itu semalaman sampai akhirnya ketemu. Kelinci itu cuma binatang yang harganya hanya puluhan ribu seekor dan aku sebenarnya bisa membelinya lagi, tapi toh kita semua terlanjur sayang dan kehilangannya membuat kita mau bersusah payah mencarinya sampai ketemu. Maka dari itu kita juga bisa memahami betapa besar rasa kehilangan Tuhan saat manusia ciptaanNya yang begitu dikasihi jatuh ke dalam dosa dan kehilangan martabatnya oleh tipu daya iblis. Dan bagaimana Tuhan sendiri juga akan melakukan apapun yang mungkin untuk dapat menyelamatkan manusia kembali.

Dengan demikian inilah yang menurutku menjadi alasan mengapa Tuhan membangun sebuah agama universal untuk manusia: Tuhan ingin memulihkan martabat manusia agar kembali menjadi sempurna sebagai citra Tuhan. Ini dilakukanNya supaya manusia layak hidup bersama-sama dengan Tuhan dalam cinta kasih yang maha membahagiakan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa agama universal ini adalah rencana keselamatan yang telah dirancang sendiri oleh Tuhan sejak kejatuhan Adam. Dan dalam ajaran Katolik, harga dari rencana keselamatan ini sungguh tidak terbayangkan besarnya: Tuhan sendiri rela mati di kayu salib untuk memulihkan martabat manusia. Engkau bayangkan nak, harga sebesar itu untuk menebus manusia-manusia durhaka seperti kita ini sungguh tidak masuk di akal kecuali dipahami dengan alasan ini: begitu besar kasih Tuhan kepada manusia sehingga Dia sendiri mau menyerahkan nyawaNya di kayu salib untuk menebus kesalahan dan dosa-dosa manusia, agar manusia kembali memperoleh martabatnya sebagai citra Tuhan dan hidup dalam kemuliaan surgawi bersamaNya.

Sejauh ini aku telah menjelaskan mengapa Tuhan menciptakan agama dan apa tujuan Tuhan menciptakan agama. Sekarang coba engkau selidiki hal tersebut pada agama-agama lain. Telah kukatakan bahwa Tuhan menciptakan agama karena Dia begitu mencintai manusia dan ingin menyelamatkannya dari kejatuhan akibat dosa. Dan itu dibuktikanNya dalam perbuatan, bukan sekedar kata-kata. Tuhan membangun agama universal karena cinta. Selidiki adakah alasan yang lebih baik dari ini dalam agama-agama lain?

Juga kukatakan bahwa tujuan agama adalah memulihkan martabat manusia untuk kembali menjadi sempurna sebagai citra Tuhan. Selidiki adakah tujuan yang lebih baik dari ini dalam agama-agama lain? Adakah agama yang menjadikan kesempurnaan seperti Tuhan sebagai tujuan akhir martabat manusia? Aku sendiri terus terang belum sanggup menemukannya.

0 komentar: