Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
(Mat. 7:13-14)
--------------------
Ada Banyak Tawaran Jalan
Anakku, memilih jalan yang benar di antara sekian banyak jalan yang ada di hadapan kalian bukan perkara mudah. Adalah sebuah kenyataan yang harus kalian terima bahwa kalian hidup dalam masyarakat yang plural dengan agamanya yang beragam. Dan kalau kalian mengamati dengan baik agama-agama yang berbeda tersebut, kalian akan sampai pada kesimpulan yang sama dengan aku: semua agama mengajarkan kebaikan.
Tapi apakah dengan demikian semua agama sama saja? Apakah semua agama mengajarkan kebaikan-kebaikan yang sama dan mengarahkan manusia pada tujuan yang sama? Atau lebih jauh lagi apakah semua agama yang beragam itu berasal dari Tuhan yang satu dan sama?
Mungkin ada banyak orang yang terpancing menjawab pertanyaan ini dengan jawaban penuh basa-basi dan semangat toleransi: semua agama sama baiknya, semua agama berasal dari Tuhan atau semua agama sama-sama mengarahkan manusia pada Tuhan. Ada yang mengambil perumpamaan seolah-olah agama-agama yang berbeda itu seperti orang-orang buta yang sedang memegang bagian-bagian yang berbeda dari seekor gajah dan berusaha menjelaskan apa itu gajah sesuai dengan apa yang dipegangnya. Ada juga yang mengambil perumpamaan seolah-olah agama itu hanyalah jalan yang berbeda-beda yang sebenarnya mengarahkan manusia pada tujuan yang sama. Dan ada banyak lagi jawaban basa-basi lainnya yang kira-kira serupa.
Jawaban semacam ini tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh akal sehat. Bagaimana mungkin dua agama atau lebih yang saling bertentangan bisa sama-sama benar? Aku akan mengambil contoh yang ekstrim: orang Katolik (dan juga Kristen pada umumnya) percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi Islam menolak keras Yesus sebagai Tuhan. Bisakah kedua ajaran tersebut sama-sama benar? Salah satunya sudah pasti salah. Ada jawaban yang mencoba jalan tengah dengan mengatakan bahwa pemakaian atribut Tuhan pada pribadi Yesus hanyalah sekedar simbol dan tidak berarti Tuhan yang sesungguhnya. Tapi aku akan mengatakan sebagai seorang Katolik bahwa Yesus memang benar diyakini sebagai Tuhan dalam arti kata yang sesungguhnya dalam iman Katolik, tidak pernah kurang dari itu. Jadi menurutku ini kenyataan pahit yang harus diterima: salah satu dari kedua agama itu pasti salah.
Meskipun demikian jawaban basa-basi yang mencoba mengkompromikan keduanya harus dimengerti sebagai upaya untuk menjaga kerukunan umat beragama dan untuk menjaga perasaan orang lain yang berbeda agama. Maklumlah, bangsa kita bukanlah bangsa yang rasional dan mampu menerima kelemahan dengan kepala dingin. Apalagi dalam hal yang sangat sensitif seperti agama. Bisa kalian bayangkan apa yang terjadi kalau di negara kita ini agama seseorang dikatakan sebagai agama yang keliru dan tidak berasal dari Tuhan?
Agama Memang Tidak Sama
Sebaliknya, aku tidak akan memberikan jawaban basa-basi semacam itu yang hanya akan membuat kalian bingung untuk memutuskan jalan kebenaran yang harus kalian pilih. Sekiranya aku harus memilih sikap, aku lebih takut menyesatkan kalian dari pada menyinggung perasaan orang lain. Membimbing kalian menuju kebenaran adalah tugas suci yang aku terima dari Tuhan sebagai orang tua, dan aku lebih takut kepada Tuhan dari pada kepada manusia.
Pada kenyataannya cepat atau lambat aku harus memilih tetap berbasa-basi pada manusia atau bersikap tegas demi kebenaran Tuhan. Dan sekarang aku memutuskan untuk bersikap tegas demi kebenaran, aku akan menjawab pertanyaan di atas: tidak semua agama sama baiknya. Sekalipun kebaikan dan ajaran-ajaran yang ada dalam semua agama memang berasal dari Tuhan yang satu tapi tidak semua agama tersebut dirancang dan diciptakan Tuhan bagi manusia. Bahkan aku akan mengatakan yang lebih ekstrim lagi: Tuhan hanya menciptakan satu agama untuk manusia, tidak lebih. Tuhan di berbagai jaman telah memilih dan mengutus banyak nabi serta orang-orang pilihan untuk mengajarkan manusia jalan kebenaranNya. Bagiku itu adalah bagian dari sebuah proses yang dilakukan Tuhan dalam menciptakan satu agama untuk manusia, tidak lebih.
Memang ada pandangan yang mengatakan bahwa agama sesungguhnya hanyalah ciptaan manusia sebagai ungkapan kerinduan kepada Tuhan, oleh karenanya tidak ada satupun agama yang bisa merasa berhak sebagai agama yang paling benar bagi manusa. Jika agama itu ciptaan manusia, siapakah yang bisa melarang kita untuk menciptakan agama baru bagi diri kita sendiri? Tidak ada! Konsekuensinya tidak ada nilai-nilai absolut, semua kebenaran akan bersifat relatif. Semua orang akan menciptakan kebenaran sesuai keinginan dan ukurannya sendiri.
Satu Agama Untuk Semua
Jadi hanya mungkin ada agama yang layak ditaati manusia kalau agama itu memang ciptaan Tuhan. Tapi apakah Tuhan menciptakan hanya satu agama? Mengapa Dia tidak menciptakan agama yang berbeda-beda untuk manusia yang berbeda-beda budayanya?
Memang betul manusia berbeda-beda kebudayaan dan tradisinya, tapi apakah Tuhan juga harus menciptakan lebih dari satu agama yang berbeda satu sama lain? Bagi Tuhan perbedaan budaya dan tradisi tidak mengubah kenyataan bahwa kesemuanya itu adalah satu umat manusia yang sama. Di mata Tuhan tidak ada perbedaan ras dan budaya, Tuhan sama sekali tidak rasialis! Bagi Tuhan semua manusia adalah satu umat.
Jika demikian tidak mampukah Tuhan menciptakan hanya satu agama untuk seluruh manusia yang satu itu? Atau adakah manusia yang berani menganggap Tuhan tidak mampu menciptakan satu agama yang dapat berlaku secara universal untuk semua manusia? Tentu jawabannya Tuhan pasti mampu menciptakan satu agama universal semacam itu. Memang ada orang yang dalam semangat pluralisnya mengatakan demikian: Tuhan tidak cukup dimengerti hanya melalui satu agama. Itu benar jika agama yang dimaksud adalah agama-agama ciptaan manusia. Tetapi untuk agama universal yang diciptakan Tuhan tentu pandangan itu tidak berlaku. Agama universal ciptaan Tuhan pasti sanggup memberikan semua kebenaran yang dibutuhkan manusia untuk mengenal dan mencintai Tuhan.
Pertanyaan lain yang mungkin muncul, mengapa Tuhan tidak menciptakan dua atau tiga agama yang berbeda yang sama benarnya dan sama baiknya? Mengapa Tuhan hanya menciptakan satu agama?
Sebelum engkau menjawabnya tanyalah pada dirimu sendiri adakah sebuah negara di dunia ini yang diatur oleh dua atau lebih undang-undang dasar? Tentu saja tidak, dua undang-undang dasar yang berbeda dalam satu negara hanya akan membuat keadaan menjadi kacau dan memunculkan pertentangan yang tidak ada habisnya. Adakah kapal yang dipimpin oleh dua nahkoda atau lebih? Tentu tidak ada, karena kalau ada kapal semacam itu tentu tidak pernah sampai ke tujuan atau akan tenggelam di tengah lautan karena pertentangan diantara awaknya. Demikian juga jika Tuhan melihat manusia sebagai satu umat, tentunya Dia akan memberikan satu hukum yang sama untuk semua orang, bukan dua atau lebih yang hanya akan membawa perpecahan abadi.
Coba engkau bayangkan apa jadinya jika Tuhan menciptakan satu agama untuk orang Jawa, satu agama untuk orang Arab, satu agama untuk orang Cina, dan masing-masing satu agama untuk bangsa-bangsa lain?
Pada masa lalu dimana bangsa-bangsa merupakan komunitas yang cenderung terpisah satu sama lain ide semacam ini tampak baik. Tapi menjadi tidak memadai lagi jika komunitas manusia cenderung menjadi satu dan tidak lagi terpisah-pisah dalam wilayah geografis atau komunitas-komunitas etnis seperti yang sekarang terjadi dalam era globalisasi. Aku yakin tentu saja Tuhan sudah memperhitungkan kemungkinan semakin bersatunya manusia menjadi satu komunitas global.
Agama-agama yang berbeda itu, yang dalam banyak hal memiliki perbedaan yang mendasar (seperti contoh soal ketuhanan Yesus itu tadi) hanya akan menghalangi manusia untuk percaya akan adanya kebenaran mutlak. Semua kebenaran menjadi relatif dan subyektif. Karena kebenaran mutlak menjadi mustahil, maka juga berarti tidak ada Tuhan. Dari alasan ini saja engkau mengetahui bahwa Tuhan tidak mungkin menciptakan banyak agama karena hal itu hanya akan menjauhkan manusia dari kebenaran. Jadi kesimpulannya jelas, Tuhan memang menghendaki satu agama universal yang akan menjadi jalan kebenaran mutlak bagi seluruh manusia.
Dengan memahami ini kalian menjadi tahu bahwa dari sekian banyak agama yang ada sekarang ini memang hanya ada satu agama yang layak menjadi agama kalian dan Tuhan menghendaki kalian memilih agama itu, yaitu agama yang telah diciptakanNya sendiri bagi manusia.
Lalu bagaimana dengan agama-agama lainnya? Bukankah ada banyak orang yang sungguh-sungguh tulus dan baik yang berasal dari agama-agama tersebut?
Anakku, aku tidak pernah mengatakan bahwa agama-agama lain adalah agama yang sepenuhnya buruk dan tidak mengandung ajaran kebenaran. Aku sungguh menaruh hormat pada agama-agama itu karena bagamanapun agama-agama itu telah menjadi penerang bagi sebagian manusia yang dengan tulus berusaha mencari Tuhan dan kebenaranNya.
Dalam kenyataannya agama-agama tersebut dalam batas-batas tertentu juga mengajarkan kebenaran dan membawa manusia menjadi lebih baik. Tapi dengan sangat menyesal aku harus mengatakan bahwa agama-agama tersebut tidak mampu mengajarkan kebenaran dan kebaikan pada tingkat yang sama dengan agama yang diciptakan Tuhan bagi manusia, yakni agama universal yang aku maksudkan. Logikanya sederhana saja: tidak mungkin yang bukan Tuhan mampu menyamai atau bahkan melebihi karya Tuhan sendiri. Jadi engkau tidak perlu ragu untuk memilih agama universal dan melepaskan yang lain.
Kalian mungkin akan bertanya: lalu dari manakah kebaikan dan kebenaran yang ada pada agama-agama itu berasal? Sumbernya banyak, dan langsung atau tidak langsung memang berasal dari Tuhan juga. Bukankah Tuhan itu sumber segala kebaikan dan kebenaran?
Pada setiap manusia Tuhan telah memberikan hati nurani yang memiliki bibit kebaikan dan kerinduan akan kebenaran. Dari orang-orang yang sungguh tulus mencari kebenaran dan melakukan kebaikan ini agama-agama yang muncul dalam berbagai tradisi dan bangsa mendapatkan ajaran kebenarannya. Sementara itu beberapa agama lainnya memperoleh ajaran kebenaran dan kebaikan dengan jalan mencomot sebagian ajaran-ajaran yang sudah ada dalam agama ciptaan Tuhan.
Baik kebenaran yang muncul dari hati nurani orang-orang suci maupun kebenaran yang ditiru dari agama Tuhan, semuanya langsung atau tidak langsung memang berasal dari Tuhan juga. Pada suatu bangsa, yang entah karena jaman atau karena terpisah secara geografis belum mengenal agama Tuhan, agama-agama ini juga bisa menjadi sarana untuk mengarahkan manusia pada kebenaran meski belum sempurna. Aku percaya, menurut kebijaksanaan-Nya sendiri Tuhan juga menggunakan agama-agama buatan manusia ini untuk mengarahkan manusia kepada-Nya. Seperti kata pepatah: tidak ada rotan, akarpun berguna.
Aku ingin mengumpamakan ini seperti air yang sama tapi diambil dari tempat yang berbeda-beda, ada yang mengambilnya dari mata air yang jernih, tapi ada juga yang mengambil dari sungai atau tempat lain yang sedikit banyak sudah tercemar dan tidak murni lagi. Agama universal ini seperti mata air yang dipersiapkan oleh Tuhan supaya manusia bisa mengambil air yang jernih dan berlimpah yang tidak pernah habis. Sedangkan agama-agama lain seperti sungai-sungai atau danau-danau kecil yang sedikit banyak sudah tercemar dan tidak murni seperti halnya mata air tadi. Kalau engkau belum bisa menemukan mata air itu, tentu mengambil air dari sungai atau danau juga tidak apa-apa asalkan engkau memasaknya lebih dulu supaya kuman-kumannya hilang. Tapi jika engkau sudah menemukan mata air yang jernih yang dipersiapkan Tuhan sendiri, untuk apa lagi mengambil dari sungai atau danau? Jika engkau tetap mengambil air di tempat lain bisa jadi engkau justru mengecewakan dan menyakiti hati Tuhan yang telah dengan susah payah menyiapkan sumber mata air murni.
Membedakan Agama Universal Dengan Yang Lain
Baiklah kita sudah sampai pada kesimpulan penting ini: Tuhan hanya menciptakan satu agama universal untuk seluruh manusia, tidak lebih. Sekarang bagaimanakah kita bisa mengetahui yang mana agama universal ciptaan Tuhan diantara sekian banyak agama yang mengaku sebagai agama yang berasal dari Tuhan? Adakah ciri khusus yang bisa membuat kita mampu membedakan agama universal ini dengan agama-agama lainnya?
Jika kalian percaya bahwa karya Tuhan jauh melampaui karya-karya manusia, maka agama universal ini tentunya memiliki keunggulan yang jauh melampaui agama lainnya. Keunggulan itu menjadi mutlak dan tak terbantahkan lagi apabila di dalam agama universal itu terdapat unsur-unsur yang hanya mungkin dibuat oleh Tuhan sendiri.
Untuk apa Tuhan menciptakan agama universal kalau manusia sendiri sudah mampu menciptakan agama yang setara dengan itu? Dengan demikian Tuhan menciptakan agama universal karena manusia memang tidak mampu menciptakan agama yang semacam itu. Dengan kata lain dalam agama universal itu pasti terdapat unsur-unsur yang tidak mungkin dapat dibuat oleh tangan manusia tidak peduli seberapa hebatnyapun manusia itu.
Jadi inilah kesimpulanku: agama universal selain memiliki keunggulan yang melampaui agama-agama lainnya pasti memiliki unsur-unsur yang tidak mungkin diciptakan oleh manusia, tidak peduli seberapapun kerasnya usaha manusia dan sampai kapanpun manusia mencobanya. Dengan demikian ada landasan obyektif untuk memilih manakah agama universal itu diantara sekian banyak agama yang ada. Ini adalah salah satu kunci penting untuk menemukan agama universal ciptaan Tuhan.
Aku tidak ingin mengatakan bahwa aku berangkat dari sikap yang sepenuhnya netral seolah-olah saat ini aku tidak memeluk agama apapun. Dalam perjalanan hidupku aku telah berkesempatan mempelajari dan menjalani berbagai ajaran agama sampai akhirnya aku menemukan agama universal itu, yaitu Katolik. Kebetulan dari namanyapun Katolik sudah berarti universal. Aku tidak memilihnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan subyektif saja, tapi juga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan obyektif. Antara lain konsep-konsep ajarannya yang melampaui agama manapun juga, dan dalam agama Katolik terdapat elemen-elemen mendasar yang sangat kokoh yang tidak mungkin dapat dibuat oleh manusia. Ini yang membuatnya unggul jauh melampaui agama-agama lain yang tidak diciptakan Tuhan. Aku akan berupaya menjelaskan ini semua kepadamu, selain untuk membantumu memilih agama yang benar juga sebagai bagian dari pertanggungjawaban imanku sendiri.
Minggu, 05 Oktober 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



1 komentar:
Pendalaman yang luar biasa. Tuhan memberkati engkau dan keluargamu dengan hikmat yang luar biasa. Semoga tulisan ini menjadi berkat bagi lebih banyak lagi orang yang rindu akan Jalan Tuhan yang benar.
Poskan Komentar