Tetapi sekalipun kami atau
seorang malaikat dari sorga yang memberitakan
kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan
Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia.
( Gal.1:8 )
Setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi dasar dari ajarannya. Hindu memiliki kitab Veda yang merupakan kumpulan dari pengetahuan spiritual bangsa Arya selama berabad-abad dan kemudian dikumpulkan oleh Rsi Vyasa. Agama Budha memiliki Tripitaka yang merupakan kumpulan perkataan-perkataan Sang Budha yang dikumpulkan dan dikodifikasi oleh para bhiksu pengikutnya beberapa abad setelah kematian Sang Budha. Agama Yahudi memiliki kumpulan kitab-kitab Taurat, kitab Mazmur, kitab-kitab para nabi, kitab sejarah dan berbagai kitab kebijaksanaan yang muncul dalam perjalanan panjang sejarah bangsa Yahudi. Kristianitas memiliki kitab-kitab Perjanjian Lama (kitab-kitab Yahudi) dan Perjanjian Baru (Injil dan tulisan-tulisan para rasul). Dan tentu saja tidak mau ketinggalan, Islam juga memiliki Alquran yang dipercaya sebagai sabda Tuhan yang turunkan pada Muhamat melalui perantaraan malaikat Gabriel.
Untuk mencegah pembahasan yang terlalu luas dan kehilangan fokus saya tidak akan membahas mengenai kitab-kitab Hindu dan Budha, cukuplah kalau saya katakan kitab-kitab itu berisi ajaran-ajaran mulia yang berupaya mengajarkan manusia untuk meraih kebenaran.
Alquran, Kitab Suci Pamungkas?
Kerap kita dengar, bahkan mungkin sejak jaman sekolah dulu, bahwa Islam adalah agama terakhir yang muncul dari rangkaian agama wahyu yang berasal dari keturunan Abraham. Tampaknya logika ini masuk akal karena memang Islam baru muncul pada abad ke 6 setelah kemunculan kristianitas yang menjadi penerus Yahudi. Seolah seperti mengikuti pola kristianitas yang mengklaim sebagai kelanjutan dan penggenap (penyempurna) ajaran yang diterima bangsa Yahudi, Islampun mengklaim dirinya sebagai penggenap dan penyempurna seluruh rangkaian ajaran agama yang diturunkan para nabi sebelumnya.
Salah satu klaim bombastis Islam adalah kebanggaan Islam atas kemurnian Alquran yang konon tidak mengandung perubahan sejak awal tersusunnya sampai pada detik ini. Tapi sebenarnya hal ini masih dapat mengundang perdebatan karena kitab Alquran yang kita kenal sekarang ini ternyata usianya belum melampaui satu abad. Alquran ini adalah Alquran edisi Mesir yang dicetak 1924, salah satu diantara beberapa versi Alquran yang beredar di kalangan muslim. Dengan bantuan dana dari Kerajaan Arab Saudi, edisi ini kemudian dicetak besar-besaran dan membanjiri dunia sehingga keberadaan edisi-edisi lain menjadi terpinggirkan dan akhirnya dunia hanya mengenal edisi ini sebagai satu-satunya Alquran yang ada. Jadi klaim kemurnian Alquran sebenarnya masih dapat dipertanyakan dan bukti adanya beberapa versi Alquran cukup melemahkan klaim tersebut.
Tapi saya tidak akan mempermasalahkan ini, ada hal lain yang lebih mendasar yang nantinya akan menunjukkan apakah Alquran ini memang sungguh-sungguh kitab suci yang berasal dari Tuhan ataukah sebaliknya.
Kenyataannya, disini ada dua klaim yang saling berhadap-hadapan. Bagi kristianitas, Kitab Suci (PL & PB) adalah Sabda Tuhan yang benar dan otentik, sebaliknya bagi Islam justru Alquranlah yang merupakan Sabda Tuhan yang benar dan otentik serta menjadi pelurus atau penyempurna semua kitab-kitab para nabi sebelumnya. Dan ironisnya kedua klaim ini saling menegasikan satu sama lain, artinya jika klaim kristianitas yang benar maka kehadiran Alquran sama sekali tidak diperlukan. Sebaliknya kalau klaim Islam yang benar maka Alkitab juga harus ditinggalkan umatnya untuk beralih ke Alquran. Dengan cara apapun tidak mungkin kedua klaim ini sama benarnya.
Superioritas Kitab Suci
Tapi tentu saja tidak bijaksana kalau menggugat klaim pihak lain hanya berdasarkan klaim sepihak, itu hanya akan menjadi perbantahan yang tidak ada habisnya ("your words againts my words"). Harus ada suatu kriteria yang setidaknya dapat menjadi tolok ukur yang dapat membedakan mana kitab suci yang benar/otentik dan mana yang palsu.
Dari sekian banyak upaya untuk mengatasi permasalahan ini saya belum melihat adalanya kriteria yang cukup tegas yang dapat dipakai untuk membedakan mana kitab suci buatan Tuhan dan mana yang bukan. Padahal secara logika jika benar sebuah kitab suci itu berasal dari Tuhan sebagaimana dipercaya pendukungnya, tentunya kitab suci itu akan memiliki superioritas yang tak tertandingi oleh kitab-kitab manapun yang tidak dibuat oleh Tuhan. Sampai disini saya kira anda semua akan setuju dengan saya.
Seandainya saja kita bisa menemukan kriteria ini (dan bisa sepakat), maka perdebatan mengenai Kitab Suci sudah bisa diakhiri. Manusia tidak lagi perlu berdebat mengenai kitab suci mana yang benar tapi mulai ke tahap yang lebih produktif: bagaimana memahami dan mengaplikasikan ajaran kitab Suci untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik.
Saya percaya jika suatu kitab suci itu sungguh-sungguh berasal dari Tuhan, tentunya kitab itu memiliki unsur yang tidak tertandingi oleh kitab-kitab lain. Karena unsur ini tidak tertandingi, dapat saya katakan bahwa unsur ini tentunya hanya dapat dibuat oleh Tuhan sendiri. Adakah unsur semacam itu dalam Alkitab atau Alquran? Ini adalah sebuah tantangan yang obyektif dan akan memberikan hasil yang obyektif juga.
Klaim Otentisitas Alquran
Beberapa upaya sudah ditunjukkan kaum muslim untuk memperlihatkan superioritas Alquran dibandingkan kitab-kitab suci lainnya. Salah satunya adalah unsur kemurnian Alquran yang diklaim sebagai tetap utuh tanpa perubahan sejak disusun pertama kali. Tapi seperti yang saya tulis di atas, dengan melihat realita yang ada klaim ini nampaknya kurang kuat. Lagipula ini bukan kriteria yang utama yang bisa menenunjukkan otentisitas Alquran sebagai kitab suci yang berasal dari Tuhan. Bahkan sekalipun klaim ini benar, artinya Alquran yang sekarang itu sama persis isinya dengan Alquran yang pertama kali ada di muka bumi, ini sama sekali tidak berarti apa-apa.
Uang palsu yang dicetak 1500 tahun yang lalu dan berhasil ditemukan di jaman ini, tetaplah uang palsu. Sejarah yang panjang dan keasliannya (sebagai uang palsu kuno) tidak bisa membuatnya menjadi uang asli. Mungkin benda tersebut menjadi uang palsu yang bernilai sejarah, tapi tidak pernah menjadi uang asli. Paling-paling itu akan menjadi penemuan bersejarah yang menunjukkan bahwa 1500 tahun yang lalu uang palsu sudah mulai dibuat oleh manusia!
Demikian juga dengan Alquran! Seandainya alquran itu bukan berasal dari sabda Tuhan, sekalipun isinya tetap sama dan tidak ada yang berubah dari jaman ke jaman hal itu tidak membuatnya menjadi kitab suci yang otentik dan berasal dari Tuhan. Jadi maaf, kita harus mencari kriteria yang lain. Kerepotan ahli-ahli sejarah Islam untuk membuktikan keotentikan bentuk Alquran menjadi sia-sia dan tidak sanggup memberikan pertolongan apapun. Islam bisa saja mengklaim keaslian bentuk, tapi soal keotentikan isinya sebagai Sabda Tuhan masih perlu dipertanyakan.
Klaim Alquran Mencakup Ajaran Semua Nabi
Kriteria lain yang juga sering dikemukakan oleh ahli-ahli dan ulama-ulama islam untuk menunjukkan superioritas Alquran adalah klaim soal isi Alquran yang mencakup ajaran 'semua' nabi-nabi mulai dari Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud, hingga Yesus. Tapi studi mengenai isi Alquran menunjukkan bahwa kisah-kisah Alquran yang berkaitan dengan nabi-nabi dan tokoh-tokoh dalam tradisi Yudeo-Kristian merupakan adaptasi dan kompilasi yang berselera rendah dari teks-teks kitab-kitab Yahudi dan Injil-injil (baik yang kanonik maupun apokrif) ditambah cerita-cerita rakyat yang ada dalam Talmud Yahudi.
Kitab kompilasi semacam ini tidak otomatis menjadi lebih lengkap dari kitab sebelumnya. Ironisnya justru banyak ajaran-ajaran para nabi yang 'hilang', dimutilasi, dan ditambah-tambah sesuai selera dan pengetahuan Muhamat. Kalau anda membaca sendiri kisah-kisah Abraham, Musa, Daud, atau bahkan Yesus dalam Alkitab, lalu anda membaca kisah tentang tokoh yang sama dalam Alquran anda akan langsung bisa merasakan sendiri bedanya.
Bagaimana rasanya membaca kisah-kisah Musa yang diceritakan bangsa Israel sendiri melalui tokoh-tokoh yang mengenal betul Musa berdasarkan tradisi lisan bangsanya sendiri DIBANDINGKAN dengan mendengarkan kisah serupa yang diceritakan seorang Muhamat yang hidup ribuan tahun setelah Musa dan tidak memiliki kedekatan tradisi apapun dengan Musa? Mana yang anda anggap lebih layak untuk didengarkan?
Bagaimana rasanya mendengarkan kisah hidup dan ajaran Yesus dari kitab-kitab yang ditulis oleh saksi mata dan orang-orang yang hidupnya begitu dekat dengan Yesus sendiri DIBANDINGKAN dengan mengenal Yesus dari uraian seorang Muhamat yang hidup 5 abad setelah Yesus dan secara geografis berada jauh dari tanah Palestina yang kemungkinan besar hanya mengetahui kisah Yesus dari cerita-cerita atau kabar burung? Mana yang anda anggap lebih kredibel dan layak dipercaya? Gunakan akal sehat anda untuk menjawab pertanyaan sederhana ini!
Membaca dan percaya pada kisah-kisah tokoh-tokoh Alkitab yang diceritakan oleh Alquran sama menggelikannya seperti percaya kisah tentang Sukarno berdasarkan dongengan rejim order baru. Tidak kredibel dan penuh manipulasi! Percaya bahwa Alquran mengandung ajaran-ajaran yang paling otentik dan benar dari nabi-nabi tersebut sama absurdnya dengan percaya bahwa Reog Ponorogo dan seni batik adalah kebudayaan milik Malaysia!
Tunggu dulu, Alquran bukan karangan Muhamat tapi wahyu Tuhan yang disampaikan melalui malaikat Gabriel! Ya, betul begitu menurut klaim Islam. Tapi bukankah klaim itu yang justru akan dibuktikan disini? Oleh karenanya klaim itu tidak bisa dipakai sebagai fakta.
Klaim-klaim Lainnya
Klaim lain yang cukup populer adalah kandungan 'fakta-fakta' sains dan ilmu pengetahuan yang konon ada dalam Alquran. Kaum muslim mengklaim banyak sekali fakta-fakta yang ditulis dalam Alquran yang baru diketahui kebenarannya jaman sekarang setelah manusia memiliki kemajuan dalam sains dan teknologi. Dengan dalih itu mereka mengatakan bahwa Alquran tidak mungkin dibuat oleh Muhamat. Soal ini masih banyak mengundang perdebatan karena banyak ilmuwan dan ahli justru menemukan fakta yang berlawanan dengan klaim Islam. Tapi sekalipun benar bahwa 'fakta-fakta ilmiah' semacam itu tidak mungkin diketahui Muhamat sendiri, hal itu tidak langsung berarti bahwa Alquran berasal dari Tuhan, bisa saja berasal dari kekuatan dan sumber adikodrati / supranatural lain.
Ada lagi klaim superioritas Alquran yang secara eksplisit diungkapkan dalam Alquran yaitu tantangan dari Alquran untuk membuat ayat-ayat yang lebih baik dari Alquran. Tantangan ini sebenarnya begitu relatif dan subyetif sekali, tidak bisa menjadi tolok ukur superioritas Alquran. Saya pribadi akan menempatkan 'Sabda Di Bukit' sebagai ayat-ayat suci yang jauh melampaui keindahan Alquran. Sementara itu ada juga yang berpendapat kalau Kahlil Gibran menggubah puisi-puisi yang keindahannya melampaui ayat-ayat Alquran. Dengan demikian tantangan Alquran itu sama sekali tidak ada artinya.
Masih banyak lagi kriteria-kriteria yang sering diajukan Islam untuk menunjukkan superioritas Alquran, tapi tidak mungkin saya tuliskan semuanya. Lagi pula pada intinya juga tidak memberikan hasil yang signifikan, saya tidak melihat kriteria-kriteria tersebut mampu membuktikan Alquran sebagai kitab suci yang otentik (sungguh-sungguh berasal dari Tuhan).
Sebuah Kriteria Obyektif
Sekarang saya akan mengajukan sebuah kriteria yang menurut pendapat saya cukup obyektif. Sejauh ini saya belum melihat ada yang mengangkat kriteria ini sebagai penanda otentisitas kitab suci. Padahal jika kriteria ini dipahami dengan baik, anda kan bisa melihat perbedaan yang amat mencolok antara kitab suci yang otentik dan tidak. Disini akan tampak bahwa kitab suci yang otentik ternyata memiliki suatu unsur yang hanya dapat dibuat oleh Tuhan sendiri. Setidaknya unsur ini tidak saya lihat dalam buku buatan manusia yang manapun, bahkan sampai bumi ini musnah sekalipun saya yakin manusia tidak akan pernah mampu membuat buku yang memiliki unsur semacam itu.
Sebenarnya kriteria ini sangat sederhana, mudah dipahami oleh semua orang yang mau menggunakan akal sehatnya. Lagi pula kita sudah sering menggunakan analoginya dalam banyak hal yang kita terima sebagai suatu kebenaran faktual.
Saya mulai dengan sebuah pertanyaan sederhana, siapa yang membangun Candi Borobudur? Jawabannya sederhana dan ada di buku-buku sejarah atau di wikipedia: Raja Samaratungga. Siapa yang membangun Taj Mahal, jawabannya juga mudah: Shah Jehan. Siapa yang membangun Menara Eiffel? Sejarah mencatat: Gustave Eiffel. Jawaban ini diakui sebagai benar dan obyektif meskipun ketiga orang ini mungkin tidak pernah bersusah-payah dan berkotor-kotor meletakkan batu-batu ataupun tiang-tiang untuk mendirikan apa yang nanti disebut sebagai karya besar mereka. Mereka mungkin hanya menggagas dan merancang karya-karya tersebut tapi dunia telah mencatat merekalah yang membangun mahakarya tersebut.
Dari sini saya harap anda mulai mengerti apa yang saya maksudkan. Dengan analogi yang sama saya bisa mengatakan bahwa Alkitab (PB & PL) adalah sungguh-sungguh ciptaan Tuhan. Sekalipun para penulis-penulisnya adalah manusia yang menulis dengan cara-cara dan pemikiran yang tampak sangat manusiawi, di balik semua itu ada Sang Pengarang Agung yang memberikan inspirasi dan menjadi pengarang sesungguhnya. Para nabi, imam-imam dan penulis kitab-kitab suci yang mungkin tidak pernah kita ketahui persis siapa hanyalah pekerja-pekerja yang bahu-membahu membangun sebuah karya agung bernama Alkitab. Jika sejarah menerima Raja Samaratungga sebagai pembangun Borobudur, Shah Jehan sebagai pembangun Taj Mahal dan Gustave Eiffel sebagai pembuat menara Eiffel, mengapa tidak mau menerima bahwa Tuhan sendirilah yang menjadi pengarang Alkitab?
Tapi akan muncul sanggahan bahwa analogi serupa juga dapat diterapkan pada Alquran: bukan Muhamat dan para pengikutnya yang mengarang Alquran tapi Tuhan sendiri melalui malaikat Gabriel yang membisikkan segala sesuatu yang harus dituliskan di Alquran.
Disini saya akan mengajak anda untuk melihat adanya unsur yang terdapat dalam Alkitab yang tidak mampu dibuat oleh manusia, unsur seperti ini tidak dimiliki oleh Alquran maupun kitab-kitab lainnya. Ini akan membedakan kitab yang sungguh-sungguh otentik sebagai Kitab Suci dan kitab-kitab yang sekedar diklaim sebagai kitab suci.
Sekarang perhatikanlah Alquran, fakta-fakta menunjukkan bahwa Alquran hanyalah sebuah karya yang muncul pada satu jaman dan ditulis oleh satu kelompok manusia. Tidak lebih dan tidak kurang.
Bandingkan dengan Alkitab yang terdiri dari kumpulan kitab-kitab yang ditulis dalam jaman yang berbeda-beda oleh kelompok manusia yang berbeda-beda namun keseluruhannya mampu menampilkan satu konsep dan visi yang utuh.
Kalau anda mau jujur dengan akal sehat anda, tentu anda akan melihat perbedaan yang besar ini. Siapakah yang mampu memberi inspirasi sedemikian rupa sehingga kitab-kitab yang ditulis pada jaman yang berbeda-beda dan oleh orang yang berbeda-beda itu mampu memiliki satu kesatuan konsep dan visi? Tak ada satupun manusia yang sanggup memiliki konsep dan visi yang melampaui jaman semacam ini.
Bisa jadi Musa adalah penulis kitab-kitab Taurat, tapi dia tidak pernah tahu bagaimana kitab-kitab Mazmur atau kitab-kitab nabi lain akan menjadi satu kesatuan yang utuh dari apa yang pernah ditulisnya. Mungkin saja Daud atau Salomo menuliskan kitab-kitabnya berdasarkan inspirasi yang diterima dari hukum-hukum Taurat yang pernah ditulis Musa, tapi dia tidak bisa mengontrol apa yang akan dituliskan pada kitab Daniel ataupun Yesaya. Apalagi kalau kita bicara mengenai kitab-kitab Perjanjian Baru yang isinya sama sekali di luar jangkauan para nabi dan penulis-penulis kitab Perjanjian Lama.
Max I. Dimont dalam bukunya "Desain Yahudi Atau Kehendak Tuhan" mencoba melihat ini semua sebagai rancangan atau konspirasi bangsa Yahudi. Mungkin hal ini benar jika Kitab Suci hanya berisi kitab-kitab Perjanjian Lama saja. Dalam hal ini bisa jadi apa yang tertulis dalam kitab suci merupakan hasil olahan sekelompok elit Yahudi yang secara konsisten menurunkan ide-ide mereka secara turun-temurun di sepanjang sejarah Yahudi. Tapi dengan munculnya Yesus sebagai Mesias yang menjadi penggenap dari ajaran-ajaran dan nubuat yang ada dalam kitab Perjanjian Lama, teori ini tidak bisa dipertahankan lagi.
Kehadiran Yesus sebagai Mesias telah ditolak oleh bangsa Yahudi, artinya secara jelas bangsa Yahudi telah mengatakan bahwa kehadiran Yesus sebagai Mesias bukanlah rencana dan kehendak mereka. Tapi mengingat kehadiran Yesus dari sudut pandang tertentu (kristianitas) merupakan penggenap dan kelanjutan dari nubuat-nubuat kitab-kitab suci Yahudi, hal ini mengindikasikan bahwa ada kuasa lain di luar manusia: Tuhan sendirilah yang telah merancang ini semua. Jadi karya keselamatan sama sekali bukanlah ide-ide dan rekayasa bangsa Yahudi. Hanya Tuhan yang mampu memberikan inspirasi secara konsisten melampaui jaman melalui manusia yang berbeda-beda, dan inilah yang terekam dalam keseluruhan Kitab Suci.
Saya juga ingin menambahkan lagi sifat Alkitab yang tidak mungkin dibuat oleh manusia: apa yang terekam dalam Alkitab adalah sebuah narasi besar yang dibentuk oleh sejarah manusia. Anda tentu tahu 'James Bond', sebuah karakter fiktif ciptaan Ian Flemmings. Mungkin pada awalnya Ian Flemmings sendiri yang menulis cerita-cerita James Bond, tapi cerita-cerita James Bond selanjutnya bukan lagi karya Ian Flemmings. Ada penulis-penulis lain yang melanjutkan idenya. Jadilah kisah-kisah James Bond menjadi kisah yang abadi yang berpusat pada satu ide fiktif manusia. Tapi sebagus apapun kisah itu, materi yang digunakan untuk membangun cerita James Bond sepenuhnya bersifat fiktif, ada dalam dunia imajinasi dan manusia mampu merancangnya.
Mari kita lihat Alkitab. Keseluruhan Alkitab sesungguhnya adalah sebuah narasi besar yang berpusat pada ide-ide karya keselamatan. Dan hebatnya materi yang digunakan untuk membangun narasi besar ini bukanlah imajinasi TAPI kenyataan sejarah. Abraham adalah manusia yang hadir dalam sejarah, Yusuf yang membawa saudara-saudaranya ke Mesir adalah fakta sejarah, kisah keluarnya bangsa Israel dibawah pimpinan Musa adalah fakta sejarah, Daud dan Salomo juga manusia-manusia yang eksis dalam sejarah. Demikian juga Yesus Sang Mesias yang disalibkan dan bangkit adalah suatu kenyataan sejarah.
Pertanyaan kritisnya: siapakah yang mampu membangun narasi besar semacam ini dengan menggunakan sejarah manusia sebagai bahannya? Tidak ada satu manusiapun yang sanggup menguasai dan mengendalikan jalannya sejarah. Dengan demikian akal sehat akan membimbing kita untuk menerima fakta ini: Tuhan sendirilah yang telah mengarang Kitab Suci dengan menggunakan sejarah manusia sebagai (salah satu) bahannya dan para nabi serta penulis-penulis Kitab Suci sebagai pekerja-pekerjaNya.
Keutuhan konsep dan visi dari karya-karya yang terbentuk pada jaman yang berbeda-beda serta kemampuan menggunakan sejarah sebagai materi untuk membentuk narasi besar adalah hal-hal yang tidak mampu dilakukan manusia dan itu adalah unsur yang hanya mampu dibuat dan diadakan oleh Tuhan sendiri. Ini semua hanya ada dalam Alkitab, tidak ada dalam kitab manapun di dunia ini yang diklaim sebagai kitab suci. Dan manusia sampai kapanpun tidak pernah sanggup menandinginya.
Konklusi
Akhirnya kita sampai pada konklusi sederhana. Saya sudah menunjukkan dengan cara sederhana bahwa ada cara untuk membedakan mana kitab suci yang sungguh-sungguh buatan Tuhan dan mana yang hanya diklaim sebagai buatan Tuhan.
Dari apa yang telah saya paparkan maka saya bisa menunjukkan bahwa dalam Alkitab sungguh-sungguh terdapat suatu unsur yang sama sekali tidak akan mampu dibuat oleh manusia, suatu unsur-unsur yang hanya dapat dibuat dan diselenggarakan oleh Tuhan sendiri. Ini menunjukkan superioritas Alkitab dibandingkian dengan kitab-kitab suci lainnya, sekaligus menunjukan bahwa Alkitab sungguh-sungguh kitab suci yang otentik dan berasal dari Tuhan sendiri.
Sebagai konsekwensinya, klaim Alquran sebagai kitab suci yang berasal dari Tuhan sama sekali tidak memiliki dasar kecuali klaimnya sendiri. Dan memang inilah yang terjadi: kesucian Alquran diklaim oleh Muhamat dan sebaliknya kenabian Muhamat diklaim oleh Alquran. Di luar dari klaim yang saling bahu-membahu itu, sama sekali tidak ada dasar yang cukup untuk membenarkan kenabian Muhamat dan kesucian Alquran. Pertanyaan kristisnya: jika Alquran tidak bisa dibuktikan sebagai buatan Tuhan dan juga ditolak oleh kaum Muslim sebagai karangan Muhamat, lalu buatan siapa?
Senin, 25 Februari 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



4 komentar:
Greetings,
It seems that you have learned a bit about Dialectics. The concern after reading your opinions is that you use term Objective yet I don't see it. I suggest you learn more about philosophy and history.
Regards,
Toro Kambali
California
AYAT-AYAT KONTRADIKSI
Kontradiksi Perjanjian Lama
1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a.Kileab (II Samuel3: 2-3).
b.Daniel (I Tawarikh 3: 1)
2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (II Samuel 5: 13-16).
b. Tidak ! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).
3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
b.13 orang (Itawarikh 14 3-7).
4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
b.Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)
5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud ?
a. Yoram (II Samuel8: 10).
b. Hadoram (I Tawarikh 18: 9-10)
6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
a. Aram (II Samuel8: 11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).
7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
a. Seraya (II Samuel8: 15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).
8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
a. 1.700 orang (II Samuel8: 4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).
9. Berapa ekor kuda kereta yang dinuh Daud ?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19: 18).
10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10: 8).
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).
11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud ?
a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).
12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (II Samue124:1).
b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)
13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samue123: 8).
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11: 11).
14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
a. 800 orang (II Samuel 23: 8).
b. 300 orang (I Tawarikh 11: 11).
15. Berapakah angkatan perag Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21: 5).
16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
a. 500.000 orang (II Samue124: 9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21: 5).
17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ) ?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4: 26).
b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2: 2).
18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiaman)?
a. 3.300 mandor (I Raja-raja 5: 16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2: 2).
19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7: 26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4: 5).
20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
a. 66 jiwa (Kejadian 46: 26).
b. jiwa (Keluaran 1: 5).
21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
a. Kelinci (Imamat 11: 6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).
22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat 11: 7).
b. Babi (Yesaya 66: 17).
23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
a. 3 bulan (II Raja-raja 24: 8).
This document is created with trial version of CHM2PDF Pilot 2.15.74.
b. 3 bulan 10 hari (II Tawarikh 36: 9).
24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda
dari pembuangan Nebukadnezar ?
a. 2.812 orang (Ezra 2: 6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7: 11).
25. Berapa anak-anak Benyamin ?
a. 10 orang (Kejadian 46: 21).
b. 5 orang (Bilangan 26: 38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7: 6).
d. 5 orang (I Tawarikh 8: 1-5).
Komentar : Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama
maupun jumlahnya.
26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
a. 5 orang (I Tawarikh 7: 7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8: 3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26: 40). Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat
jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.
27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja "Berfirman Tuhan :
"Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia
itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja" (Kejadian
6: 3). "Maka berkatalah TUHAN, `Aku tidak memperkenankan manusia hidup
selama -lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur
mereka tidak akan melebihi 120 tahun" (Kejadian 6: 3, Alkitab Bahasa Indonesia
Sehari-hari).
b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya
melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5: 3-5), Set hidup
selama 912 tahun (Kej. 5: 6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kej. 5: 9-11),
Keenam hidup selama 910 tahun (Kej. 5: 12-14), Mahalaleel hidup selama 895
tahun (Kej. 5: 15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5: 18-20), Henokh
hidup selama 365 tahun (Kej. 5: 21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej.
5: 25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5: 28-32), Nuh hidup selama
950 tahun (Kej. 9: 29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad
hidup selama 438 tahun (Kej.l l: 12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. 11:
14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. 11: 16-17). Peleg hidup selama 239
tahun (Kej. 11: 18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.
11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama
127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor
hidup selama 148 tahun (Kej. 11: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej.
47: 28), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6: 15), Kehat hidup selama 133 tahun
(Kej. 6: 19), Harun hidup selama 123 tahun (Bil 33: 39), Ayub hidup selama 140
tahun (Ayub. 42: 16-17).
28. Tuhan menyesal atau tidak ?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal ( I Samuel 15: 29, Bilangan 23: 19) .
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang
akhirnya cenderung berbuat jahat di muka bumi (Kejadian 6: 5-6). Tuhan
menyesal karena telah Saul sebagai raja di Israel (I Samuel 15: 10-11, 35).
Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samue124:
16). Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26: 3,
Yeremia 42: 10, Keluaran 32: 14).
29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37, I Timotius 1: 17, I
Timotius 6: 16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4: 12).
b. Tuhan bisa dilihat dengan mata kepala (Keluaran 33: 11), Kejadian 18: 1,
Yohanes 5: 37), Keluaran 33: 20; I Timotius 6: 16, I Timotius 1: 17, I Yohanes 4:
12, Kejadian 26: 24).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24: 9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6: 1).
e. Tuhan bisa dilihat dari jauh (Yeremia 31: 3).
Kontradiksi Perjanjian Baru
Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1: 1-17 dan
Injil Lukas 3: 23-38. sementara Injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahumenahu
tentang silsilah Yesus.
This document is created with trial version of CHM2PDF Pilot 2.15.74.
1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan
Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam sislsilah dari Adam sampai
dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada
Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk
dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10: 2-4.
2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
3. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius l: 3).
4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
5. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius l: 6).
b. Eli (Lukas 3: 31).
6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3: 31).
7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
a. Seekor keledai (Markus 11: 7; Lukas 19: 35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).
8. Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9: 18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).
9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9-10, Lukas 9: 1-3).
10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8: 14).
11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20: 29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10: 46).
12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gedara (Matius 8: 28).
b. Di Gerasa (Markus 5: 1-2).
13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8: 28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).
14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45).
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22: 47) .
15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14: 33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6: 51-52).
16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15: 25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19: 14).
17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5: 9, Yohanes 3: 17, Yohanes 10: 34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).
18. Apa hukumnya bersunat ?
a. Sunat itu wajib (Kejadian 17: 10-14, 17: 14, Kejadian 21: 4). Yesus tidak
membatalkan sunat (Matius 5: 17-20, Lukas 2: 21). Yesus juga disunat
(lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah
Para Rasu115: 1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5: 6, I
Korintus 7: 18-19).
19. Bolehkah makan babi ?
a. Babi haram dimakan (Ulangan 14: 8, Imamat 11: 7, Yesaya 66: 17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I
Korintus 6: 12, I Korintus 10: 25, Kolose 2: 16, I Timotius 4-5, Roma 14: 17).
20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2: 11).
KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN
1. Dr. G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
"Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab;
kekhilafan -kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak
perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab
telah disampiakan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: "Dalam naskah
aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah
kemudian terjai di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang
asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia" (Dogmatika Masa Kini,
BPK Jakarta, 1967, hal 298).
2. Dr. Mr D.C Mulder:
"Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu.
Sudah beberapa kali kita menjumpai gejala bahasa orang Israel suka
menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur .......
Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulanpengumpulan mazmur-mazmur itu
(atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu
termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan,
pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut
diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat" (Pembimbing ke Dalam Perjanjian
Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).
3. Dr. Welter Lempp;
“Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan
lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan
Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan
ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran
Kejadian, hal, 65).
4. Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui
juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu
Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk
sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47).
"Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat
Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram" (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta,
1965 hal. 49).
Poskan Komentar