Senin, 16 Februari 2015

Saat Akhir Jaman Sudah Tiba




Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran. (Why.17:6)

Video di atas menggambarkan 21 orang kristen koptik yang dibantai sebagai martir oleh teroris ISIS. Mereka harus kehilangan nyawa hanya karena satu alasan: mereka pengikut Kristus.

Ini adalah saatnya kita menentukan pilihan, apakah kita bagian dari gandum yang layak bagi Kristus ataukah bagian dari lalang yang akan dimusnahkan. Tidak ada yang lebih baik dari pada bersiap-siap dan berjaga-jaga dalam doa dan puasa. Hanya dengan cara itu kita bisa berharap untuk tetap setia dalam iman kita kepada Kristus dalam kondisi apapun, termasuk jika harus menjadi martir sekalipun.


catatan:
Jika video di atas tidak bisa dilihat, bisa kunjungi langsung situs ini:
http://shoebat.com/2015/02/15/watch-video-isis-savages-beheading-twenty-one-coptic-christians-saw-martyrs-beheaded-name-jesus-fulfilled/

Sabtu, 07 Februari 2015

Antikristus (2)

Apa yang saya tulis pada posting sebelumnya bolehlah dikatakan sebagai 'clear and present danger'. Bahaya nyata yang sedang mengancam bangsa ini sehubungan dengan kemunculan antikristus.

Sudah berkali-kali kita dengar ada orang-orang Indonesia yang ditahan di luar negeri terkait ISIS/IS. Itu cuma pucuk dari gunung es. Yang tertangkap hanya sebagian kecil dari mereka yang berhasil bergabung. Dan yang berangkat untuk bergabung juga hanya sebagian kecil dari simpatisan dan kader ISIS/IS yang ada dan membangun jaringan di Indonesia. Saya memperkirakan jumlahnya sudah masuk ribuan orang dan terus bertambah secara diam-diam. Mereka hanya menunggu saat yang tepat dan kasus pemicu untuk mengobarkan kerusuhan.

Antikristus (1)

Walid Shoebat, seorang eks teroris PLO yang murtad dari Islam dan menjadi seorang Katolik kaget setengah mati sewaktu membaca Kitab Wahyu dalam codex vaticanus. Hatinya berdegup kencang ketika membaca angka '666' dalam aksara Yunani ternyata mirip sekali dengan sesuatu yang sangat dikenalnya dulu. Itu tidak lain dan tidak bukan adalah huruf Arab untuk "Bismillah" dan gambar dua buah pedang yang disilangkan. Ia teringat itu adalah kata-kata atau simbol yang pasti selalu ada di ikat kepala atau lengan kanan para jihadis.

Kamis, 18 Desember 2014

Antara Gandum Dan Lalang

Catatan:
Artikel ini pernah diposting di forum ekaristi.org tapi DIHAPUS oleh moderator tanpa alasan yang jelas. Moderator hanya memberikan tanggapan yang bersifat ad hominem (menyerang pribadi) tanpa memberi argumen jelas. Itu semakin membuat saya yakin bahwa KVII memang bermasalah. Silahkan disimak dengan hati-hati dalam bimbingan Roh Kudus, mungkin memang berbahaya bagi sebagian orang.

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." (Mat.13:24-30)

Sabtu, 06 Desember 2014

Konsili Vatikan II Dan Menara babel

Satu hal yang membuat saya perlu berterimakasih pada Paus Fransiskus adalah: saya dipaksa untuk menggali lebih jauh apa yang membuat paus ini hadir sebagai sosok yang sangat kontroversial. Saya sebagai manusia tidak bisa dan tidak punya hak untuk menghakimi seorang paus, oleh karenanya saya harus memastikan bahwa ajaran Gereja yang infallible dan Tuhan sedirilah yang telah menghakiminya. Apa yang saya temukan ternyata sangat membantu untuk memahami apa yang terjadi di Gereja Katolik sekarang ini.

Sabtu, 22 November 2014

Di Atas Bumi Seperti Di Dalam Surga

Sungguh sangat beruntung kita mendapatkan seorang Paus Fransiskus. Well, kelihatannya ini bukan saya yang sedang menulis kalimat tersebut. Tapi memang benar saya merasakan sebuah blessing in disguise. Karena berbagai tindakan dan ucapannya yang kontroversial, termasuk kata-katanya yang menjadi ikon, "Who am I to judge" saat ditanya soal homoseksualitas membuat saya segera tersadar bahwa ada sesuatu yang salah dengan Gereja kita. Suaranya berbeda dengan semangat Gereja Katolik sejauh yang saya tahu. Jika bukan karena kontroversi Paus Fransiskus mungkin sampai hari ini saya masih seorang pengikut setia Konsili Vatikan II.

Sabtu, 01 November 2014

Sinode Luar Biasa Tentang Keluarga 2014: Absurd Tapi Nyata

Absurditas menggelikan ini selalu terjadi setiap tahun: menjelang Idul Fitri kaum ulama mengadakan sidang isbat untuk menentukan kapan tepatnya tanggal 1 Syawal itu. Aneh tapi nyata. Seharusnya di jaman serba modern hal sederhana itu sudah bisa ditentukan dan disepakati secara ilmiah, tidak perlu sidang bertele-tele yang lucu setiap tahun. Hal yang sederhana dan jelas tapi bisa menjadi rumit dan berlarut-larut, itulah absurditas agama.

Sekarang absurditas itu juga tengah terjadi secara mencolok, bukan di agama lain, tapi di Gereja Katolik. Bayangkan, begitu banyak uskup yang punya karunia khusus sebagai gembala, setidaknya secara formal, bersidang begitu lama tanpa keputusan jelas untuk membahas hal yang sudah jelas: apakah kumpul-kebo itu dosa atau tidak, apakah bercerai dan kawin lagi itu dosa atau tidak, apakah gaya hidup gay itu punya nilai tambah (sehingga layak di dukung dan dihormati keadaannya) atau tidak.